Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Menghasilkan Dollar dari Whaff Reward

Posted by Antonius Dian Sabtu, 10 Januari 2015 5 komentar

Aplikasi Android Penghasil Dollar

Kali ini saya akan berbagi tentan aplikasi penghasil dolar yaitu whaff reward. Mungkin sudah banyak yang tahu tapi tidak ada salahnya kan saya berbagi barangkali ada yang belum tahu.

WHAFF Rewards adalah aplikasi berbasis PPD ( pay per download ) yaitu aplikasi yang akan membayar anda setiap kali anda download atau menjalankan aplikasi yang diinstall dari dalam WHAFF. Ada 3 macam cara menghasilkan dollar dari WHAFF yaitu :

1. Premium Picks : mendapatkan dollar tiap download + install aplikasi, tiap menjalankan aplikasi biasanya minimal 4 menit dari dalam WHAFF dan mendapat dollar 1 kali sehari jika kita tidak menghapus aplikasi dari android kita
2. Whaff Picks : mendapatkan dollar hanya setelah download + install, setelah reward dolar nya masuk anda bisa menghapus aplikasi yang anda install
3. Other Picks : sama seperti whaff picks tapi memakai sistem poin yang nantinya akan dikonversi langsung ke dolar setelah install aplikasi.
Jika tertarik menginstall WHAFF REWARD di android anda dan mulai berburu dolar berikut langkahnya :
1. Buka Google Playstore
2. Cari aplikasi Whaff Rewards
3. Install Whaff Rewards di android.
4. Login pake facebook.
5. Masukin Code AP73847 Agar Langsung Mendapat $0.30 dan Premium Membership.
Setelah anda memasukan kode di atas dan tekan "OK" maka saldo bonus bertambahan $0,30. Dan sekarang anda tinggal download-download aplikasi di sana supaya saldo anda bertambah sampai $10, setelah itu bisa anda tarik melalui paypal.

Saya sendiri sudah mendapatkan pembayaran 60 dollar dari WHAFF dan sudah saya cairkan ke paypal saya. Mungkin hari senin atau selasa masuk ke rekening bank CIMB Niaga saya. Ini screenshot nya :




Baca Selengkapnya ....

Mudahnya Mengurus Perpanjangan BPKB Beda Wilayah

Posted by Antonius Dian Rabu, 10 Desember 2014 7 komentar

Bantuan Gesek Rangka Mesin Atau Nitip Gesek.



Beberapa waktu yang lalu saya sempat dipusingkan dengan nomor pelat motor saya yang habis di bulan Desember 2014. Sementara saat itu sudah memasuki pertengahan November. Mungkin bagi pemilik kendaraan bermotor yang identitas alamat di KTP dan BPKB nya sama dengan daerah domisilinya hal tersebut tidak akan menjadi masalah karena pengurusan perpanjangan BPKB tidaklah sulit menurut bayangan saya. 

Nah masalahnya saya berdomisili di Jakarta sementara identitas alamat di BPKB saya di Malang Jawa Timur. Sempat stress juga mikirin ini karena saat itu kondisi keuangan saya sedang dalam keadaan pas-pasan dan setahu saya untuk perpanjangan pelat nomor atau BPKB harus melewati prosedur cek fisik motor. Dan itu berarti saya harus mengirim motor ke Malang karena berdasar informasi yang saya dapat dari beberapa teman prosedurnya memang motor harus ada di Samsat Malang untuk cek fisik. Mengirim motor dari Jakarta ke Malang pasti memakan biaya yang tidak sedikit. Entah kenapa informasi seperti ini sulit saya dapat saat googling untuk mencari solusinya. Yang ada sih kebanyakan pengalaman-pengalaman mereka yang mutasi motor atau mengurus perpanjangan namun cuma beda alamat bukan beda provinsi. Kalaupun beda provinsi itupun cuma antar Jakarta - Bandung dan sekitarnya jadi motor masih bisa dikendarai antar daerah tersebut. Atau mungkin saya yang salah keyword pencariannya ya...hehehe... entahlah... yang jelas saya semakin menggalau saat itu.

Akhirnya saya meminta tolong ke Ayah saya yang bertempat tinggal di kampung halaman saya di Malang untuk menanyakan langsung prosedurnya ke Samsat Malang. Kabar dari ayah saya ternyata cek fisik motor bisa dilakukan di Samsat yang terdekat dengan domisili saya... 
Istilah ayah saya sih nitip gesek atau istilah resminya bantuan cek fisik. Wah lega rasanya mendengar hal itu. Tapi kegalauan saya belum berakhir. Saya masih deg-degan juga neh dengan biaya bantuan cek fisik tersebut karena berdasar pengalaman saya dulu-dulu sih gk ada yang namanya murah kalau sudah berurusan dengan kelengkapan kendaraan bermotor.

Minggu itu juga saya berangkat ke Samsat Jakarta Barat di Daan Mogot walaupun hati masih dipenuhi dengan kegalauan soal biaya nya. Wah gimana kalau sampai habis 300 ribu keatas.. padahal uang di dompet cuma ada 200 ribu.. bisa jadi edisi ngenes neh... maklum saat itu saya harus keluar banyak biaya untuk kebutuhan saya yang lain sampai-sampai menguras habis isi tabungan saya. Uang 50 ribu pun sangat berarti buat saya saat itu.

Di Samsat Daan Mogot saya diarahkan untuk memarkir motor saya di lajur cek fisik  motor. Kemudian saya diarahkan ke loket pendaftaran cek fisik oleh petugas parkir yang ada disitu. Saat di loket saya bilang nitip cek fisik untuk perpanjangan BPKB. Disitu saya mendapatkan formulir dan stiker kosong untuk mencetak nomor rangka dan mesin motor saya. Setelah itu saya kembali ke motor saya dan mengantri di lajur cek fisik.

Saat akan tiba giliran saya, saya memperhatikan pemilik-pemilik kendaraan bermotor yang lainnya tidak pernah memberikan uang tips kepada petugas cek fisik dan sepertinya memang tidak diperbolehkan. Wah sebuah kemajuan yang bagus neh pikir saya...

Akhirnya tiba giliran saya untuk cek fisik. Ternyata gk makan waktu lama karena motor saya gk perlu dibongkar untuk cek fisiknya. Setelah cek fisik saya bawa motor saya ke parkiran dan saya kembali ke loket administrasi untuk menyerahkan formulir nya. Gk sampai 5 menit mengantri nama saya sudah dipanggil dan saya buru-buru ke loket. Wah ini dia neh penantian kegalauan saya. Semoga gk lebih dari 200 ribu biaya nya...  

Ternyata eh ternyata gk saya sangka dan duga-duga biayanya cuma 30 ribu saja, bulet gk pake koma koma dan embel-embel lainnya... Wow murah banget...! Lega bener ini hati rasanya. Hilang semua kegalauan hati karena tadi merasa dompet terancam makin kurus...

Besoknya saya langsung kirim dokumen cek fisik nya ke Malang dan segera diurus oleh ayah saya yang ternyata cuma makan waktu sebentar dan 2 hari kemudian STNK baru plus nomor pelat baru sudah saya terima dengan sehat dan utuh tanpa cela.. Selesai juga urusannya dan hati saya pun kembali tenang seperti sedia kala..hehehehe.. Terima kasih Samsat... Makin cakep pelayanannya...


Baca Selengkapnya ....

Hati-hati Memilih Taksi

Posted by Antonius Dian Kamis, 06 Februari 2014 2 komentar

Bijak Memilih Taksi di Jakarta.


           Posting kali ini saya akan berbagi pengalaman yang kurang mengenakan saat saya menumpang sebuah taksi yang di terminal Kampung Rambutan. Tujuan saya adalah hanya untuk berbagi dan bukan untuk menyudutkan atau mempromosikan label taksi tertentu. Sebenarnya kejadian ini sudah saya alami beberapa bulan yang lalu tapi saya rasa masih relevan lah dengan keadaan di Jakarta sekarang ini.

                Saya dan istri beserta anak saya secara berkala bertandang ke rumah mertua di Bandung. Kadang 3 atau 2 bulan sekali atau jika ada keperluan khusus. Biasanya pada saat pulang dari Bandung kami lebih memilih menyewa mobil daripada harus susah payah naik bis. Alasannya simpel sih, selain gk tega liat anak kami yang masih belum genap 2 tahun kecapean dan harus berdesakan di kursi bis yang sempit, kami biasanya juga membawa banyak barang dari Bandung ke Jakarta. Kebetulan saat itu kami terpaksa naik bis, ya  maklum lah dikarenakan keadaan ekonomi lagi pas-pasan jadi uangnya gk cukup buat nyewa mobil dan sesekali saya ingin memberi sedikit tambahan penghasilan untuk awak bis (=alibi..hehehe). Kami akhirnya naik bis CBU dengan tujuan akhir Kampung Rambutan.

                Singkat kata singkat cerita akhirnya kami sampai di Kampung Rambutan dan memang sudah niatan dari awal untuk mencari taksi. Namun niat awal kami adalah mencari taksi di luar terminal karena setahu saya banyak taksi BB dan Ex mangkal disana. Mengapa BB dan Ex? Karena sejak pertama saya menginjakan kaki di Jakarta sampai sekarang ya dua taksi ini yang menjadi best recommendation dari kenalan-kenalan saya yang udah lama bekerja dan tinggal di Jakarta. Jadi begitu turun dari bis kami langsung berjalan kearah luar terminal Kampung Rambutan sambil saya menenteng 2 tas besar dan istri menggendong anak kami. Tapi kami baru menyadari bahwa dari tempat kami turun sampai keluar terminal ternyata jauh juga dan sangat melelahkan apalagi dengan bawaan dan anak kami. Akhirnya istri mendesak saya untuk naik taksi yang ada di dalam Kampung Rambutan saja. Saya masih ingat nama taksi itu In*** Fam*** atau sebut saja IF. Supir taksi pun mendatangi kami dan menawarkan taksi. Saat itu saya sudah mulai curiga karena supir taksi nya tidak berseragam dan dia mengambil kunci taksinya dulu ke rekan supir lain disitu. Wah jangan-jangan ini supir tembakan neh. Saya mencoba berpikir positif dan tetap melanjutkan untuk naik taksi IF tersebut. Ah mungkin aja gk semua perusahaan taksi mengharuskan supirnya berseragam, lagian kasihan istri dan anak saya sudah kepanasan dan kelelahan.

                Saat didalam taksi saya agak sedikit tenang karena supir taksinya menyalakan argo dan itu berarti taksi ini bukan taksi borongan. Taksi kamipun lanjut berjalan keluar terminal Kampung Rambutan sampai memasuki tol. Nah disini lah dimulai si supir mulai melaksanakan modusnya. Tiba-tiba mobil bergoyang ke kanan lalu ke kiri seakan-akan lepas kendali. Tapi saya sangat tahu itu akal-akalan saja karena kebetulan saya sedang memperhatikan cara dia membawa taksi jadi saya tahu mobil sengaja dibelokin oleh si supir. Setelah itu si supir mengatakan kepada kami kalau rem nya blong. Pasti ada yang menyabotase neh kata dia yang sepertinya yakin saya percaya kata-katanya. Istri saya sempat panik karena memang dia belum tahu yang sebenarnya. Selanjutnya si supir bilang bahwa dia harus keluar tol dan berhenti di pinggir jalan daripada terjadi kecelakaan. Dia juga bilang mau menelepon temannya sesama supir taksi agar saya bisa pindah ke taksi temannya. Saya mengiyakan saja tapi begitu dia sudah berhenti nanti saya bakal langsung mencari taksi lain. Kalau saya menuruti kemauan dia dengan pindah ke taksi temannya ya sama saja keluar dari mulut harimau masuk mulut buaya kan. Akhirnya si supir membawa taksi nya keluar tol. Kebetulan jalan keluar tolnya agak menurun dan saya merasakan bahwa dia bisa mengurangi kecepatan beberapa kali memakai rem jadi sangat mustahil kalau rem nya blong. Mungkin dia pikir saya ini orang desa yang belum pernah merasakan naik mobil jadi bisa diakalin kaya gitu. Seperti nya dia tertipu oleh wajah lugu saya..hehehe.

          Sesampainya di pinggir tol di daerah Cawang si supir langsung keluar dan mencoba menelepon temannya. Saat itu juga saya ikutan keluar dan menyela bahwa saya mau naik taksi yang lain saja. Langsung saja saya stop taksi lain yang berwarna kuning yang kebetulan melintas yaitu Txk. Taksi yang satu ini memang bukan best recommendation dari kenalan-kenalan saya namun perusahaan taksi ini terkenal juga di Jakarta dan saya pernah naik sekali dulu jadi saya percaya. Saya pindahkan semua barang-barang saya kesitu dan pada saat saya mau membayar taksi IF tadi ternyata angka di argonya sudah melebihi 50.000. Di Jakarta uang segitu memang tidak seberapa tapi kalau tarif taksi dari Kampung Rambutan ke Cawang melalui tol dengan nominal segitu ya sangat tidak wajar. Padahal itu belum setengah perjalanan dari Kampung Rambutan ke rumah saya di daerah Kemanggisan Pulo, Palmerah. Seandainya saja saya tadi benar-benar pindah ke taksi temannya si supir tadi mungkin udh habis 150.000 sampai di Palmerah. Sebagai perbandingan saja, tarif taksi dari Palmerah ke Depok saja hanya berkisar antara 120.000 sampai 130.000 kalau tol dalam keadaan lancar.

               Akhirnya saya bayar saja supir taksi karbitan tadi dan segera naik ke taksi yang baru. Rasanya kesal dan marah bercampur di hati saya namun saya bisa apa. Yang penting saya cepat sampai ke rumah dan segera beristirahat. Di dalam taksi Txk saya bercerita ke pak supir apa yang baru saya alamin tadi. Dan saya mendapat info dari pak supir bahwa saya sudah tertipu oleh seorang supir tembakan yang memang modus nya seperti itu. Yaitu setelah taksinya berjalan beberapa saat tiba-tiba saja berakting mobil taksinya mengalami masalah entah itu ban nya atau mesinnya. Dan ternyata itu cara si supir untuk menurunkan penumpangnya dan mengopernya ke temannya. Dugaan saya sih modus itu dilakukan ya untuk melancarkan aksi main argonya. Kalau dioper-oper kan gk terlihat besar nominal argo nya di 1 taksi sehingga penumpang sedikit terkecoh dengan aksi mainin argo nya.

                 Saya pun sampai dengan selamat di rumah dan pada saat saya melihat argo taksi Txk tadi saya sangat lega krn saya melihat harga yang wajar yaitu 55.000. Ya sangat wajar karena seharusnya dari Kampung Rambutan ke Palmerah memang biasanya sekitar 70.000 sampai 75.000. Jadi tarif taksi dari Kampung Rambutan ke Cawang tadi yang seharusnya saya cuma membayar 20.000 sampai 25.000 malah saya harus membayar 50.000 karena si supir tembakan.

                    Dari pengalaman ini saya telah belajar untuk bijak memilih taksi dan alhamdullilah sampai sekarang saya gk pernah tertipu lagi. Kesimpulannya saat memilih taksi lihatlah terlebih dahulu nama perusahaan taksinya. Apakah terpercaya atau tidak. Untuk hal ini anda bisa meminta rekomendasi dari relasi anda yang terbiasa naik taksi. Kalau memang terpaksa naik taksi yang anda belum kenal pada saat membuka pintu lihat di bagian dashboard depan ada nomor bodi taksi atau tidak atau minimal kartu tanda pengemudi yang berisikan informasi pengemudi harus ada di bagian dashboard mobil. Kalau tidak ada lebih baik anda batal naik demi keamanan anda sendiri. Pengemudi juga harus berseragam yang menandakan bahwa itu adalah pengemudi resmi dari perusahaan taksi tersebut.

                          Demikian sharing pengalaman dari saya soal taksi di Jakarta. Cara memilih taksi diatas adalah berdasar pengalaman saya saja. Mungkin bisa di cari di mbah Google cara-cara lain untuk memilih taksi di Jakarta. Yupp lebih baik cari aman kan daripada mengambil resiko...



           


Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Berbagi Informasi dan Kehidupan.